Cast : Jeon Jungkook & Aku
Other Cast : Park Soo In
Genre : Romance, School Life
Lenght : One Shoot
Aku adalah
seorang siswi dari salah satu sekolah di Korea, dan aku berasal dari Indonesia.
Ayahku pindah karena mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan
di Korea, dan Ibuku sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dan aku harus ikut ayah
lalu melanjutkan sekolahku disana. Hampir semua siswa siswi di sekolah tersebut
sudah bisa berbahasa Indonesia karena di sana sudah ada kelas bahasa Indonesia.
Aku mempunyai teman yang sangat mengerti aku dan memahami
keadaanku, dia baik dan pandai. Namanya adalah Park Soo In
Tetapi….
Ada 1 orang yang selalu membuatku kesal, dia bernama jungkook. Dia
memang orang paling keren di kampus. Tapi dia suka menginjak-injak harga diri
seseorang dengan mudahnya, karena dia sok berkuasa di sekolah.
Pagi harinya, sudah
biasa aku melihat jungkook dkk berada di depan kelas, yah…mengganggu teman
lain, dan malasnya saat aku mau masuk kelas aku selalu diledek.
“annyeonghaseo noona, sampai kapan kau akan terus disini. Apa kau
tidak takut apabila terdapat salju. Kau kan tidak terbiasa dengan salju.
Hahaha…”
“oh. Annyeonghaseo. Maaf sebelumnya apa aku mengenalmu atau kau
mengenalku. Maaf aku tidak terbiasa dengan orang asing”
“berani sekali… apa kau tidak takut celaka karena melawanku
hah!!!!”
“maaf… aku tidak punya waktu untuk meladenimu”
Lalu aku masuk ke kelas dan ternyata di bangku kelasku sudah
terdapat tulisan hangul. Yah.. aku memang tidak begitu paham tapi aku bertanya
kepada Soo In.
“Soo In, ini apa..?
“itu artinya, kau bodoh sebaiknya kau kembali ke habitatmu saja”
“hah…? Siapa yang menulisnya?”
“yah… kau taulah”
“Jungkook…!!!!”
Saat istirahat akupun menemui Jungkook,
“Ya…apa yang kau lakukan pada bangkuku?”
“oh.. aku hanya bermain-main saja”
“aku peringatkan jangan pernah menggangguku lagi hanya karena kamu
adalah orang yang terkenal disini dan kamu bisa seenaknya pada orang lain.
Tidakkah kamu sadari kamu adalah orang yang kecil bagiku”
“ya!!!!”
Jungkook menarik tanganku dan membawaku ke belakang sekolah, yah..
disitu memang sangat sepi
“lepaskan..!!”
“apa kamu tidak takut sama sekali padaku hah…?”
“untuk apa aku takut, aku kan sudah bilang, kamu itu kecil bagiku”
Jungkook semakin mendekat, aku mundur sampai aku terpojok pada
dinding dan sekarang wajah kami hanya berjarak sekitar 10cm.
“kenapa kamu mundur… bukankah kau bilang bahwa kau berani padaku?”
“jangan macam-macam atau aku akan berteriak”
“apa kau mengancamku sekarang..? aku tidak takut. Jika kamu
bergerak sedikit saja maka aku akan semakin mendekat.”
Aku terdiam dan sekitar 1 menit dia mundur dari hadapanku.
“oh noona, kau terlihat memerah, apa kau menyukaiku?”
“untuk apa aku menyukai orang sepertimu”
Aku pergi meninggalkannya sendiri.
Aku masuk ke kelas.
“Ya.”
“eomeo.. kau mengagetkanku”
“mianhae, tapi kenapa kamu melamun?”
“tidak apa-apa”
“apa kau sekarang tidak menganggapku teman lagi?”
“ania, kenapa bicara seperti itu?”
“itu karena kamu tidak mau cerita padaku, dan menyembunyikannya
dariku”
“baiklah, aku akan menceritakannya”
Aku menceritakan kejadian tadi kepada Soo In
“kamu harus sabar menghadapinya, dia memang seperti itu. Tapi
kalau kamu bisa melihat dia dari sisi lain, dia adalah orang yang baik kok”
“baik dari mana? Orang seperti dia tidak akan pernah bisa menjadi
orang yang baik”
“coba saja temukan”
Saat aku berjalan pulang, aku melihat Jungkook sedang berjalan
menuju suatu tempat. Aku teringat perkataan Soo In lalu aku mengikutinya.
Sampailah pada suatu tempat, tempat tersebut sangat kotor dan
kumuh.
“untuk apa dia kesini?”
Aku mengamatinya dari jauh. Dan ternyata dia memberi uang kepada
orang yang tinggal di tempat tersebut.
“benarkah dia adalah Jungkook? Aneh..”
Setelah itu aku segera pulang sebelum Jungkook melihatku.
“apa yang aku lihat tadi adalah khayalanku? Apa tadi adalah mimpi?
Atau aku hanya melihat orang yang mirip dengannya?”
Sore hari aku berjalan-jalan lalu aku bertemu dengan Jungkook dia
sendirian sambil mendengarkan musik. Dari jarak yang tidak terlalu jauh aku
melihat mobil yang melaju dengan cepat dibelakang jungkook. Aku memanggil
jungkook, namun dia tidak mendengar panggilanku. Lalu aku berlari dan menarik
jungkook dengan cepat. Akupun jatuh bersamanya.
Saat aku sadar bahwa jungkook baik-baik saja aku langsung menutupi
wajahku dan segera berlari. Namun aku tahu bahwa jungkook melihatku meskipun
tidak terlalu jelas karena jalan disitu kurang cahaya.
Keesokan harinya…
Hari ini aku tidak melihat jungkook berada di depan kelas, saat
aku akan memasuki kelas, ada seseorang yang menarik tanganku dari belakang. Dan
ternyata dia adalah Jungkook.
Jungkook membawaku ke belakang sekolah lagi, dan dia menunjukkan
sebuah HP padaku, dan Hp itu ternyata adalah milikku.
“Apa ini Hp mu?”
“daebak… ini memang Hp ku, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi
tidak kutemukan. Kenapa ada padamu?”
“ini ada disampingku saat seorang perempuan mencoba menyelamatkanku
dari mobil yang akan menabrakku.”
“emmm…. Eo gomawo”
“dan sekarang aku ingin menanyakan satu hal padamu, apakah kemarin
perempuan yang menyelamatkanku adalah kamu?”
“e.. kau pasti salah lihat, aku berada di rumah tadi sore”
“aku tidak bilang bahwa perempuan tersebut menyelamatkanku tadi
sore”
“emm. Maaf aku harus segera kembali!”
“jangan pergi”
“apa…?”
“aku hanya ingin bilang padamu. Aku berterima kasih atas kejadian
kemarin”
“jungkook-ssi aku ti..”
“kumohon maafkan aku, selama ini aku selalu menjahatimu.”
“jungkook-ssi tolong jangan seperti ini”
“maukah kamu memaafkanku dan menjadi temanku”
“emm… geurae kamu adalah temanku”
Seminggu sudah berlalu, aku menjalani hari-hariku dengan jungkook
sebagai sahabat.
“Ya.. apa kau kerasukan sesuatu?”
“apa yang kau bicarakan Soo In?”
“bagaimana bisa kamu berteman akrab dengan Jungkook sementara kamu
benci sekali dengannya”
“ceritanya panjang”
“ceritakan”
“tidak perlu itu bukan hal yang besar”
“ayolah, ceritakan ceritakan ceritakan”
“baiklah nanti akan kuceritakan”
Di kantin….
“Noona.”
“berhentilah memanggilku noona. Kau pikir aku sudah tua, aku hanya
selisih 2 bulan denganmu”
“lalu aku harus memanggilmu apa?”
“chingu. Cukup seperti itu”
“aa. Arasseo chinguya. Apa kita jadi pergi ke Perpustakaan kota
siang ini”
“tentu aku sudah mendaftar buku yang akan kupinjam”
“baiklah aku akan menjemputmu”
“tidak perlu cukup tunggu aku saja disana. aku diantar oleh supir”
“arasseo, kalau begitu sampai jumpa nanti”
Bel pulang sekolah telah berbunyi, aku segera pulang dan berganti
pakaian. Lalu menuju Perpustakaan kota.
“apa kamu menunggu lama?”
“annia, aku juga baru saja datang kok”
“baiklah ayo masuk”
“chinguya, apa kau tau buku tentang malaikat?”
“tentu saja, aku suka membacanya”
“kalau begitu bisa tolong carikan, aku juga ingin membacanya”
“arasseo”
Mencari buku tentang malaikat ini sulit sekali karena buku ini
hanya ada sedikit di perpustakaan.
“ini, buku yang kau cari, bejudul My Angel, My Heart”
“gomawo”
“kalu begitu kita segera pulang saja ya, soalnya aku tidak bilang
sama papa. Nanti dimarahi”
“baiklah, kajja”
Aku diantar oleh Jungkook sampai depan rumah.
“terima kasih telah mengantarku pulang”
“eo, sampai jumpa besok”
Pagi ini aku melihat Jungkook berada di depan kelas, duduk dengan
memegang buku.
“Jungkook-ssi, wae. Kenapa kamu sendiri, kemana teman-temanmu?”
“ada dikantin”
“eo…”
“chinguya?”
“nde”
“aku mempunyai cerita untukmu”
“mundeo”
“judulnya Malaikat di Hatiku”
“apa kau membuat cerita dalam bahasa Indonesia”
“eo. Tapi cerita itu sangat singkat. Mau mendengar?”
“baiklah”
“mari ikut aku ke belakang”
Jungkook menggandeng tanganku dan membawaku, lalu kami duduk di
satu bangku belakang sekolah. Dia pun langsung bercerita padaku.
“pada suatu sore hari, seorang laki-laki berjalan menyusuri jalan,
tanpa sadar seorang perempuan menariknya dan mereka jatuh bersama. Tetapi
sayangnya, perempuan tersebut langsung lari entah kemana, sebelum laki-laki
tersebut melihatnya dengan jelas. Semenjak dari kejadian tersebut. Laki-laki
itu menemukan Hp seorang perempuan tersebut, dan tampak nama si pemilik. Saat
laki-laki itu menyadari, laki-laki itu merasa bersalah atas apa yang telah dia
lakukan pada perempuan tersebut. Lalu dia menemui perempuan itu dan meminta
maaf, akhirnya sekarang mereka bisa bersama, namun terdapat perasaan yang sulit
diungkapkan oleh laki-laki itu, bahwa kenyataannya dia menyukai perempuan itu.
Dan sekarang dia akan mengatakan hal tersebut langsung pada perempuan itu.
Maukah kau menjadi Yeoja Chinguku?”
“jungkook-ssi. A.. aku”
“aku tidak akan memaksamu, maaf telah menyakitimu selama ini”
Jungkook melangkah pergi seakan-akan aku telah menolaknya. Tetapi…
“Jungkook-ssi saranghae”
“apa yang kamu katakan tadi?”
“saranghae. Aku tahu aku bodoh, aku tahu aku konyol mengatakan ini
padamu. Tapi dari awal aku memiliki perasaan padamu, hanya saja karena sifatmu
terkadang aku lupa akan perasaanku.”
“benarkah kamu juga menyukaiku?”
“aku menyukaimu”
“jadi.. apakah kamu mau menjadi yeoja chinguku”
“asalkan kamu mau menjadi namja chinguku”
“apakah sekarang kita resmi jadian”
“eo.”
Jungkook memelukku dengan erat. Dan berkata padaku.
“aku tidak akan mengecewakanmu”
“eo, aku pegang janjimu”
THE END
tunggu ff kami selanjutnya ya....
annyeong